Workshop Aplikasi Database dalam Mendukung Sistem Pemantauan Karbon Hutan Berkelanjutan

Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) c.q Pusat Litbang Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa (B2P2EHD) pada tanggal 9-11 November 2016 telah mengadakan workshop “Aplikasi Database dalam Mendukung Sistem Pemantauan Karbon Hutan Berkelanjutan” di Hotel Horison Samarinda. Workshop ini secara umum bertujuan untuk memperkenalkan (launching) aplikasi sistem pemantauan karbon hutan yang telah dibangun dalam kerangka FCPF dan memberikan peningkatan kapasitas bagi staf di tingkat kabupaten/KPH/UPT yang akan mengelola data permanent sample plots (PSP).

Peserta workshop adalah tim yang melakukan kegiatan pembuatan dan pengukuran PSP di Provinsi Kalimantan Timur, sedangkan instruktur workshop berasal dari beberapa institusi diantaranya Badan Litbang dan Inovasi c.q Pusat Litbang Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) dan Pusat Litbang Hutan (P3H), Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim c.q Direktorat Inventarisasi GRK dan MRV, Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) dan konsultan untuk praktek entri database. Acara workshop terdiri atas 2 (dua) sesi yaitu sesi seminar dan praktek entri database. Pada sesi seminar, penyampaian materi dipresentasikan diantaranya oleh Dr. Fadjar Pambudhi (DDPI) tentang draft struktur database karbon hutan Provinsi Kalimantan Timur, Donny Wicaksono, M.Sc (P3SEKPI) tentang pengembangan sistem informasi (aplikasi database) pemantauan karbon hutan, Dr. I Wayan S. Dharmawan (P3H) tentang pengenalan database: manfaat dan tujuan penggunaannya dan Franky Zamzani, S.Hut., M.Env (Direktorat Inventarisasi GRK dan MRV) tentang sistem inventarisasi GRK nasional – sederhana, mudah, akurat, ringkas dan transparan (SIGN-SMART).

Dr. I Wayan S. Dharmawan menyampaikan bahwa aplikasi sistem database sangat penting karena bertujuan untuk mengorganisir koleksi data pada permanent sample plots (PSP). “Koleksi data pada PSP-PSP yang telah dibangun memerlukan penanganan data yang terintegratif dan terstruktur serta dapat diakses secara cepat oleh semua pihak sehingga bermanfaat dalam mendukung monitoring karbon hutan”, kata Dr. I Wayan S. Dharmawan. Kemudian Donny Wicaksono, S.Hut, M.Sc juga menambahkan bahwa Pusat Litbang Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) telah membuat website sistem informasi karbon hutan sejak 2013 lalu, yang akan diperkenalkan kembali (launching) dengan data-data terbaru, khususnya hasil pengukuran dari 159 PSP yang telah dibangun di 6 kabupaten di Kalimantan Timur.

Franky Zamzani, S.Hut, M.Env dalam presentasinya juga memperkenalkan sistem inventarisasi gas rumah kaca (GRK) nasional secara sederhana, mudah, akurat, ringkas dan transparan atau lebih dikenal dengan istilah SIGN-SMART. “Aplikasi SIGN-SMART didesain untuk mendukung transparansi, akurasi, konsistensi dan kontinuitas data (TACCC), mempersingkat proses perhitungan emisi GRK, menghindari kesalahan dalam input faktor emisi, serta berbasis web/online”, kata Franky Zamzani, S.Hut, M.Env.

Sebagai penutup, Dr. Niken Sakuntaladewi, M.Sc mengatakan bahwa kegiatan workshop ini sangat penting karena dapat mendukung data nasional (National Forest Monitoring System) serta dapat digunakan sebagai basis untuk melihat seberapa mampu Provinsi Kaltim dalam menurunkan emisinya, sehingga secara tidak langsung juga menjadi dasar penilaian terkait pemberian kompensasi (Carbon Fund) yang dapat diterima Provinsi Kaltim ke depan. Selain itu, Dr Niken Sakuntaladewi, M.Sc juga menyampaikan mengenai rencana pelatihan android based yang bertujuan untuk mendapatkan data karbon hutan maupun data lain terkait keanekaragaman hayati (biodiverisity), misal flora dan fauna, ekowisata, dsb. Oleh karena itu, maka perlu adanya dukungan dan kerjasama dari semua pihak sehingga kegiatan-kegiatan ke depan dapat berjalan secara optimal. ***MoI

Leave a Reply