Mainstreaming Carbon Fund di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur

Mainstreaming Carbon Fund telah dilaksanakan di Hotel Ika, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur tanggal 7 November 2016. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) yang dikelola oleh Bank Dunia pada lokasi terpilih Provinsi Kalimantan Timur. Sebagaimana diketahui bersama bahwa Mainstreaming Carbon Fund telah dilaksanakan sebelumnya di Kabupaten Kutai Kartanegara dan diharapkan dapat memberikan kesepahaman yang sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten terkait REDD+.

Workshop Mainstreaming Carbon Fund dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Drs. H. Tohar, MM. Pada sambutannya Drs. H. Tohar, MM menyampaikan bahwa Program FCPF Carbon Fund pada dasarnya sangat terkait dengan daya dukung lingkungan sebagai tempat berlangsungnya kehidupan. “Sudah menjadi hukum alam bahwa jumlah penduduk semakin bertambah sementara bumi/lahan yang kita pijak tetap bahkan bisa berkurang, sehingga sangat penting konsep daya dukung yang memberikan jaminan keberlangsungan hidup kita”, kata Drs. H. Tohar, MM sekaligus membuka workshop tersebut.

Selanjutnya, acara diteruskan dengan sesi presentasi. Dr. Niken Sakuntaladewi sebagai koordinator FCPF menyampaikan tentang pengarus-utamaan (mainstreaming) FCPF-Carbon Fund di tingkat kabupaten. “Kaltim terpilih sebagai lokasi Program Carbon Fund melalui berbagai perdebatan dan dijadikan sebagai provinsi percontohan (pilot province), baik pada level nasional maupun internasional. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi di tingkat kabupaten untuk memperkuat Pokja REDD+ dalam mensukseskan program Carbon Fund di tingkat provinsi”, kata Dr. Niken Sakuntaladewi dalam presentasinya.

Presentasi kedua disampaikan oleh Dr. Fadjar Pambudhi (Dewan Daerah Perubahan Iklim/DDPI-Kaltim). Pada presentasinya Dr. Fadjar Pambudhi menyampaikan bahwa Gubernur Kaltim bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bupati/walikota, lembaga mitra pembangunan, perusahaan perkebunan, kehutanan dan pertambangan, perusahaan migas, perwakilan masyarakat adat telah menandatangani Deklarasi Green Growth Compact dalam kerangka memperkuat komitmen di dalam melaksanakan FCPF_Carbon Fund. Dr. Fadjar Pambudhi juga menegaskan bahwa program yang telah diusulkan oleh ER-PIN (Emission Reduction-Program Idea Note) harus diintegrasikan dalam rencana kerja kabupaten.

Presentasi terakhir disampaikan oleh Ir. Teguh sebagai perwakilan dari Bappeda Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pada presentasinya, Ir. Teguh menyampaikan gambaran umum dan rencana pengembangan kawasan Kabupaten PPU. Adapun rencana pengembangan kawasan tersebut antara lain yaitu pembangunan Nasional Science Technopark-Maritim dan pembangunan Bendung Telake.

Acara workshop Mainstreaming Carbon Fund ditutup oleh Ir. Teguh. “Untuk anak cucu kita apapun alasannya program Carbon Fund ini bisa terwujud, dan kami dari kabupaten akan menyambut dengan baik kegiatan ini”, kata Ir. Teguh menutup workshop.

Pada hari ke-2 FCPF c.q Pusat Litbang Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SEKPI) melakukan kunjungan ke lokasi Permanent Sample Plot (PSP) di Cagar Alam (CA) Teluk Adang dan supervisi lokasi PSP yang dibangun di Hutan Penelitian Samboja (yang dikelola Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam Samboja) dan di Taman Hutan Raya Bukit Soeharto (yang dikelola Universitas Mulawarman). Sebagai informasi tambahan, dalam kerangka kegiatan FCPF pada tahun 2016 telah dibangun 159 plot di enam kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, dan 6 plot diantaranya tersebar di CA Teluk Adang.***

Leave a Reply